Di Balik Aksi Terorisme Global

teror-paris

Penembakan dan ledakan bom mengguncang Paris, Perancis medio November 2015. Tragedi itu lalu mengundang kecaman termasuk dari Liga Internasional Perjuangan Rakyat [ILPS]. Para pendukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara [NATO] dan negeri-negeri imperialis yang dikepalai Amerika Serikat menyatakan Negara Islam Irak dan Suriah [ISIS] merupakan aktor di balik aksi teror itu. Benarkah?

Jika hanya berpedoman pada pernyataan semacam itu, maka tak susah bagi AS dan sekutunya untuk memerangi ISIS dengan berbagai produknya. Namun, persoalanya tidak sesederhana itu. Seperti yang dikatakan Ketua ILPS Jose Maria Sison, tragedi penembakan dan ledakan bom di Paris adalah pembunuhan massal secara sistematis dan sejatinya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Karena itu, tragedi tersebut tidak bisa ditafsirkan semata-mata hanya tindakan politik. Apa yang terjadi di Paris merupakan jenis terorisme terburuk dari pabrik yang sama yaitu kekuatan imperialis seperti AS, NATO dan mitra mereka di tingkat regional seperti Israel. Melalui perang agresi dan operasi militer khusus, negeri-negeri imperialis itu membunuh jutaan masyarakat sipil, menghancurkan kehidupan sosial masyarakat dan menggusur masyarakat dari rumah dan tanah mereka.

“Di Irak saja, misalnya, AS membunuh 1,4 juta rakyat dan jutaan orang menjadi pengungsi,” kata Sison seperti dikutip situs resmi ILPS.

Setelah ledakan dan bom di Paris itu, ISIS lalu mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas kejahatan keji yang menyebabkan ratusan orang tewas. Bahkan organisasi ini merinci bagaimana mereka menjalankan aksinya seperti menggunakan senapan serbu dan bom sabuk untuk membunuhi warga sipil. Target organisasi ini juga termasuk konser Bataclan dan laga persahabatan di sekitar Stadion Stade de France. Sebagian besar korban di 2 tempat itu tewas.

Kemunculan ISIS sesungguhnya mengundang banyak pertanyaan, apalagi organisasi ini muncul setelah kematian Osama Bin Laden pimpinan tertinggi Al Qaeda. Lantas, bagaimana sesungguhnya ISIS itu muncul?

ISIS

Garikai Chengu, seorang peneliti dari Universitas Harvard, Amerika Serikat di globalresearch.ca pada 2014 menuliskan, seperti Al Qaeda, ISIS merupakan buatan imperialis AS. Organisasi ini dirancang untuk menaklukkan negara-negara Timur Tengah yang kaya minyak dan untuk mengimbangi pengaruh Iran di kawasan tersebut.

Adalah fakta AS memiliki sejarah panjang bersekutu dengan kelompok teroris. Fakta ini hanya mengejutkan orang-orang yang mengabaikan sejarah dan masyarakat yang hanya menonton berita dari media arus utama. Kali pertama Badan Intelijen Pusat [CIA] AS bersekutu dengan kelompok ekstrimis terjadi pada era Perang Dingin.

Dalam era itu AS menyederhanakan pembagian blok-blok dunia yaitu satu sisi nasionalisme Uni Soviet bersama dengan negara-negara Dunia Ketiga, sementara sisi lain AS bersekutu dengan negara-negara Barat dan kelompok Islam militan untuk melawan pengaruh Uni Soviet. Itulah yang terjadi di Mesir pada 1970an, CIA menggunakan Ikhwanul Muslimin untuk melawan pengaruh Soviet dan penyebaran Marxisme.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia dan Pakistan ketika AS secara terbuka mendukung Masyumi untuk melawan pengaruh Bung Karno; dan mendukung kelompok Jamaat-e-Islami untuk menggulingkan Zulfikar Ali Bhutto di Pakistan. Terakhir adalah dukungan AS terhadap Al Qaeda dengan Osama Bin Laden sebagai pimpinannya.

Bekas Menteri Luar Negeri Inggris, kata Chengu, menyatakan Al Qaeda tak perlu diragukan lagi sebagai produk dari badan-badan intelijen Barat dan CIA. Bahkan Al Qaeda secara harafiah dapat diartikan sebagai bank data dari ribuan kelompok militan Islam yang dilatih CIA dan didanai oleh Arab Saudi. Organisasi ini dibentuk untuk mengalahkan Soviet di Afghanistan.

Menurut Chengu, hubungan AS dengan Al Qaeda kerap pasang surut atau digambarkan seperti hubungan sepasang kekasih, benci tapi rindu. Itu semua tergantung dari tindakan Al Qaeda apakah mengganggu kepentingan AS atau tidak. Terakhir hubungan AS dan Al Qaeda benar-benar berakhir setelah kelompok teroris menyerang menara kembar WTC New York pada 11 September 2001.

Setelah serangan itu, Presiden George W Bush bereaksi dengan menyatakan, AS menyatakan perang terhadap teroris. Berdasarkan semua analisis, AS menuding Osama dan Al Qaeda bertanggung jawab atas serangan 11 September karena hanya organisasi ini yang memiliki dana cukup serta nekat menyerang lembaga intelijen AS, termasuk Kedutaan Besar AS di Afrika Timur.

Pernyataan perang melawan teroris ini lantas disambut NATO yang merupakan sekutu utama AS di Eropa. Pemerintah AS menyediakan anggaran US$ 40 miliar dan mempersiapkan 50 ribu tentara untuk menyerang Taliban di Afghanistan karena dianggap sebagai basis Al Qaeda. Lalu pada 2011, AS mengklaim berhasil menewaskan Osama dalam sebuah operasi khusus di Kota Abbottabad di kawasan barat laut Pakistan.

Bush yang nampaknya gandrung dengan kekerasan itu, meneruskan perangnya ke Irak pada 2003. Bersama dengan sekutu utamanya yaitu Inggris yang kala itu dipimpin Perdana Menteri Tony Blair, Bush mencari-cari alasan untuk mengagresi Irak. Untuk melancarkan perangnya, Bush lalu menuduh Saddam Hussein terkait dengan jaringan Osama dan Al Qaeda serta menyimpan senjata pemusnah massal atau senjata kimia. Dalih ini kemudian dipakai Bush dan Blair untuk menginvasi Irak sehingga menewaskan jutaan warga sipil dan jutaan orang menjadi pengungsi. Setelah berhasil menaklukkan Irak dan mendudukkan pemerintahan boneka, AS bersama sekutunya membiarkan Irak dilanda perang saudara serta perang antar-suku dan agama.

Setelah Al Qaeda, ISIS merupakan senjata baru bagi imperialis AS untuk kembali mewujudkan perang di Timur Tengah. Kali ini tujuan utamanya adalah Suriah dan Iran. Kedua negara dikenal sangat anti-terhadap imperialis AS. Seperti Chengu, Ketua ILPS Jose Maria Sison juga berpendapat serupa terkait ISIS. Sejak awal organisasi ini diciptakan, dilatih, dipersenjatai dan dipasok oleh AS, Inggris, Israel, Arab Saudi dan Turki. Tujuannya untuk menggoyang dan melemahkan pemerintah Suriah dan Iran yang menentang imperialisme AS dan zionis Israel di Timur Tengah.

Mega Terorisme

Menurut Sison, air mata dan kecaman kekuatan imperialis atas tindakan keji ISIS hanya kepura-puraan belaka. Bahkan tekad untuk menyerang ISIS di Suriah juga disebut Sison hanya pura-pura. Justru yang secara efektif memerangi ISIS saat ini adalah Rusia, pasukan pemerintah Suriah dan Kurdi. Serangan teror di Paris kemudian dilekatkan kepada ISIS demi menarik keterlibatan Perancis dalam perang di Suriah. Dalihnya adalah untuk memerangi ISIS.

ISIS, kata Sison, boleh disebut sebagai kelompok kecil teroris jika dibandingkan dengan kekuatan imperialis yang dikepalai AS yang disebut sebagai kelompok mega teroris yang membunuhi dan melukai ratusan ribu hingga jutaan rakyat sipil. Kekuatan imperialis ini menggunakan senjata pemusnah massal dalam setiap perang agresi mereka. Ini bukan kali pertama AS dan kekuatan imperialis lainnya menggunakan kelompok-kelompok bersenjata militan atau jihadis Islam dan membuang mereka setelah tidak diperlukan lagi.

Itu pula yang terjadi ketika AS memilih bersekutu dengan Osama untuk melawan invasi Soviet di Afghanistan. Setelah misinya tercapai, maka AS membuang Osama dan itu pula yang melatarbelakangi terbentuknya Al Qaeda serta ujungnya adalah serangan 11 September 2001. Atas dasar itu pula, kata Sison, AS kemudian mendeklarasikan kebijakan perang global mereka secara abadi, tanpa batas dan melancarkan serangkaian perang agresi.

ILPS dan rakyat di berbagai dunia, kata Sison, khawatir dan prihatin, pemerintah, kelompok sayap kanan di Perancis dan Uni Eropa akan menggunakan dalih ini untuk menciptakan perang agresi sebagai konsekuensi dari teror Paris. Seperti yang dilakukan AS pasca 11 September 2001, melakukan represif tanpa ampun, rasisme dan kefanatikan agama terhadap umat Islam. Itu sebabnya, skema imperialisme untuk menciptakan terorisme yang lebih besar itu mesti digagalkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s