Sayang, Presiden SBY Hanya Seorang Jawara Bertahan

TKI DIBUNUH
Sayang, Presiden SBY Hanya Seorang Jawara Bertahan
Sabtu, 20 November 2010 , 10:56:00 WIB

Laporan: Kristian Ginting

ANIS HIDAYAH/IST

RMOL. Penganiayaan oleh majikan terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri, terakhir di Arab Saudi, mestinya ditetapkan sebagai suatu kejahatan yang bersifat extra ordinary.

Terkait hal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mestinya mengambil langkah diplomasi aktif dengan mengontak pihak Kerajaan Saudi Arabia.

“Akan tetapi, karena Presiden kita juga jawara dalam bertahan dalam situasi kekerasan yang dialami oleh TKI. Saya tidak tahu, dalam situasi seperti ini saya berharap diplomasi antar Kepala Negara dilakukan, bukan dengan membagi HP,” ujar Anis.

Anis mengatakan itu dalam diskusi yang digelar sebuah radio di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, tentang kekerasan yang dialami TKI (Sabtu, 20/11).

Direktur Eksekutif Migrant Care ini kemudian membandingkan, bagaimana sikap dan langkah Kepala Negara lainnya bila tenaga kerjanya disiksa oleh seorang majikan di luar negeri. Pada bulan lalu, sebut Anis, Presiden Srilanka Mahinda Rajapakse, saat warganya yang bekerja sebagai PRT akan dieksekusi di Arab Saudi, langsung mengirim surat ke Raja Faad.

Selain Presiden Sri Lanka, Anis juga membandingkan SBY dengan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri soal perlindungan kepada TKI. Pada saat menjabat presiden, Gus Dur menelepon langsung Raja Faad, agar kerajaan Arab Saudi menunda eksekusi mati satu TKI yang ada di Arab.

Pada masa Megawati, terlepas dari kelemahan yang dimilikinya, masih kata Anis, Mega langsung mengundang Nirmala Bonat, TKI yang disiksa di Malaysia, dan keluargnya ke Istanan Negara. Meski tetap menggunakan protokoler.

“Artinya masih ada kepedulain,” sambung Anis.

Semasa Presiden SBY, tambah Anis, sudah ada dua TKI dieksekusi mati di  Arab dan Mesir. Selain itu, dia juga baru mendapat kabar satu lagi TKI akan dieksekusi mati di Arab, setelah Idul Adha, yang identitasnya belum terkuak ke publik. Tapi sayang, dia belum melihat langkah nyata dari Presiden.

“Pasca reformasi, saya mencatat, SBY paling lemah diplomasi antara kepala Negara untuk perlindungan TKI,” katanya menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s