Johannes Leimena, 21 Tahun Jadi Menteri

PAHLAWAN NASIONAL
Johannes Leimena, 21 Tahun Jadi Menteri
Kamis, 11 November 2010 , 10:50:00 WIB

Laporan: Kristian Ginting

J. LEIMENA/IST

Dokter Johannes Leimena, atau yang sering kita kenal dengan J. Leimena, adalah salah tokoh nasional yang ikut berperan dalam kemerdekaan RI. Jabatan terakhir yang diemban oleh J. Leimena adalah sebagai Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II, pada masa kabinet Dwikora.

Dr, Johannes Leimena, lahir di Ambon, Maluku pada tanggal 6 Maret 1905. Kemudian, meninggal dunia pada umur 72 tahun, tepatnya 29 Maret 1977. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Dominggus Leimena dan Elizabeth Seilatu.

Ayahnya, semasa masih hidup bekerja sebagai guru bantu di Ambon. Leimena menghabiskna masa kecil di Ambon, lalu hijrah ke Bandung dan Jakarta mengikuti pamannya. Pada tahun 1922, Leimena masuk ke STOVIA yang merupakan cikal-bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Ketika mengecap pendidikan di STOVIA ini, Leimena mulai mengenal isu nasionalisme. Karena kurangnya keprihatinan kalangan Kristen terhadap nasib bangsa, membuat Leimena terdorong untuk aktif di “Gerakan Oikumene”.

Lalu, ditahun 1926, Leimena ditugaskan untuk mempersiapkan Konferensi Pemuda Kristen di Bandung. Konferensi ini adalah perwujudan pertama organisasi oikumene di kalangan pemuda Kristen. Yang merupakan cikal bakal berdirinya Gerakan Mahasiswa Kristen Indinesia (GMKI). Pada tahun 1930, ia kemudian lulus dan mendapat gelar dokter.

J. Leimena merupakan tokoh yang paling sering menjabat sebagai menteri kabinet Indonesia. Juga, satu-satunya menteri yang menjabat selama 21 tahun berturut-turut tanpa terputus. Ia masuk ke dalam 18 kabinet yang berbeda, mulai dari Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora II (1966). Ia juga merupakan Menteri Kesehatan Indonesia I dan yang terlama. Selain itu, Leimena juga menyandang pangkat Laksamana Madya (Tituler) di TNI-AL. Leimena juga aktif dalam mempersiapkan Kongres Pemuda Indonesia atau dikenal dengan hari Sumpah Pemuda.

Tidak hanya dalam pembentukan GMKI Leimena berperan. Pada 1950, Leimena membentuk Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Ia lalu terpilih sebagai Ketua Umum hingga 1957. Pada periode yang sama, Leimena juga salah satu pembentuk Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), kini adalah PGI. Pasca era Soekarno, Leimena mengundurkan diri sebagai menteri. Ketika partai yang didirikannya berfusi ke PDI, ia diangkat sebagai Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) partai berlambang banteng itu. Leimena juga pernah menjabat sebagai Direktur RS Cikini.

Keluarga J. Leimena, menyambut gembira rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional ini kepada Leimena. Salah seorang cucu Leimena Emma Esterlina Leimena (54), mengatakan, kakeknya pantas menerima penghargaan itu. Emma melanjutkan, ini merupakan pengakuan negara terhadap apa yang dilakukan Leimena semasa hidupnya kepada negara. Masih kata Emma, ini tidak hanya kebahagiaan keluarga, tapi juga kebahagiaan warga maluku secara umum.

Sementara itu, sejarahwan UI, JJ Rizal mengatakan, pemberian gelar kepada Leimena ini sudah sepantasnya. Sebab, kata dia, rekam jejak Leimena sudah banyak diketahui masyarakat dalam sejarah. Selain itu, jelas Rizal, keteladanan yang dimiliki oleh Leimena pantas diikuti oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s