Harta Kekayaan Gayus Sebagian Diperoleh dari Group Bakrie

Harta Kekayaan Gayus Sebagian Diperoleh dari Group Bakrie
Jum’at, 12 November 2010 , 13:38:00 WIB

Laporan: Kristian Ginting

GAYUS TAMBUNAN/IST

Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan P Tambunan, memiliki simpanan sebanyak Rp 100 miliar.

Anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, mengungkapkan hal itu ketika hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus mafia pajak dengan terdakwa Haposan Hutagalung, mantan pengacara Gayus, hari ini (Jumat, 12/11) di Pengadilan Negara, Jakarta Selatan.

Mas Ahmad Santosa yang kerap disapa Mas Ota mengatakan, informasi itu dikatakan Gayus ketika mereka bertemu di Singapura. “Dia (Gayus) secara gamblang mengatakan jumlah yang paling besar ia terima dari wajib pajak Grup Bakrie,” kata Ota.

Gayus, kata Ota, menyebutkan jumlah yang ia terima, bila ditotal dengan Rp 25 miliar mencapai Rp 100 miliar. Lalu, kata Ota, Gayus menyebutkan sejumlah wajib pajak seperti, Kaltim Prima Coal (KPC), Bumi Resources dan Arutmin.

Mengenai uang Rp 25 miliar yang ada direkening Gayus, kata Mas Ota, awalnya Gayus mengatakan Rp 15 miliar, lalu Rp 20 miliar. Namun, informasi keseluruhan adalah Rp 25 miliar. Dari jumlah itu kemudian dibagi Rp 5 miliar untuk Polisi, Rp 5 miliar untuk Jaksa, Rp 5 miliar untuk Hakim, Rp 5 miliar untuk Haposan dan Rp 5 untuk Gayus sendiri.

Pembagian ini, lanjut Mas Ota, menurut keterangan Gayus adalah ide Haposan. Namun, menurut cerita Gayus sebelum pembukaan blokir, kata Mas Ota, ia sudah mengeluarkan uang. “Namun, jumlahnya tidak besar,” kata Ota tanpa merinci.

Awalnya menurut cerita Gayus, kata Ota, uang yang ada di rekeningnya adalah milik Andi Kosasih. Namun, kata Ota, pada akhir pertemuan ia mulai mengakui bahwa uang itu miliknya. Lalu, ketika ditanya siapa ideas maker-nya? Gayus menjawab pengacaranya, lantas ia pun menyebutkan nama Haposan.

Menurut pengakuan Gayus, masih kata Mas Ota, ini semua dilakukan berharap agar kasusnya di SP-3. Lalu, supaya tidak dia ditahan dan rekeningnya tidak diblokir. Ota juga mengakui semua informasi awal mengenai Gayus didapatkan dari Susno Duadji, mantan Kabareskrim Mabes Polri, yang kini juga sebagai terdakwa kasus suap.

“Apa yang kami dapatkan dari Susno, semuanya kami konfirmasikan ke Gayus,” ujar Ota.

Namun, kesaksian Mas Ota akhirnya ditunda. Itu disebabkan, Ota harus berangkat ke Korea Selatan dalam rangka tugas. Sidang yang dipimpin majelis Hakim Tahsin, Albertina Ho dan Sunardi memutuskan kesaksian Mas Ota akan dilanjutkan pada 26 November ke depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s