Merintis Rute Pesiar

Yacht-yacht itu bisa singgah dulu di sejumlah pulau biar penumpangnya tidak bosan.

Oleh RM

Setiap tahun, ratusan kapal pesiar dari berbagai belahan dunia, terutama Eropa, Amerika Utara dan Jepang, singgah ke Darwin. Dengan kapal pesiar itu, Darwin kemudian menjadi tujuan  sekaligus tempat transit bagi kapal pesiar dunia. Kini Darwin bukan saja disinggahi kapal pesiar, tapi seolah sudah menjadi kiblat, keharusan bagi kapal-kapal pesiar itu untuk singgah.

Peluang Darwin itulah yang dilihat oleh Indonesia bisa menghidupkan wisata bahari di Tanah Air melalui kapal pesiar. Apalagi nilai tambah yang disumbangkan industri kapal pesiar naik terus naik setiap tahun. Pada 2005-2006 misalnya,  nilai tambah itu meningkat  89 persen menjadi 230 juta dolar AS. Maka tahun lalu, melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Indonesia sepakat meneken kerjasama pengembangan industri kapal dengan Northern Territory, Australia.

Pada tahap awal rencananya akan dibuka  Darwin-Bali dengan menyinggahi sejumlah pulau kecil di antara keduanya, termasuk  Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dan beberapa pulau lain yang memiliki objek wisata menarik. “Jadi, dalam perjalanan dari Darwin ke Bali, yacht-yacht itu bisa singgah dulu di sejumlah pulau biar penumpangnya tidak bosan, dan sekaligus menikmati objek wisata setempat,” kata Sapta Nirwandar, Sekjen Depbudpar.

Soal bagaimana mengemas paket wisata kapal pesiar itu agar menarik,  menurut Sapta tentu  menjadi tantangan bagi para pelaku industri itu di Darwin maupun Bali. Bali, menurut dia, memiliki infrastruktur paling siap untuk menindaklanjuti kerja sama pengembangan wisata kapal pesiar RI-Northern Territory.

Selain menjadi destinasi utama dunia, Bali juga punya Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Padang Bai. Sapta yakin  kalau Singapura bisa mengembangkan industri kapal pesiar dengan menyinggahi Langkawi (Malaysia) dan Phuket (Thailand), Indonesia juga bisa melakukan hal serupa. “Indonesia timur adalah wilayah potensial. Darwin yang memiliki industri kapal pesiar sangat maju tentu bisa melihat potensi Maluku dan NTT, termasuk Bali, untuk destinasi kapal pesiar.”

Wisata kapal pesiar sebenarnya sudah lama dirintis. Di Ambon misalnya, telah lama ada acara tahunan bertajuk Darwin-Ambon Yacht Race-semacam balapan kapal pesiar. Lomba yacht yang dirintis sejak 1976 itu terhenti ketika kerusuhan mulai melanda Ambon pada 1999. Kini, acara itu mulai digelar lagi dan diniatkan menjadi acara tahunan seperti dulu.  

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s