2 Jam Di Teluk Jakarta

Berkeliling Teluk Jakarta dengan kapal pesiar.

Oleh : Kristian Ginting

Kali pertama dioperasikan di perairan Jakarta, Quicksilver VI sebetulnya melayani pelayaran malam. Pelayaran malam itu kemudian dihentikan karena tak laku dan sebagai gantinya pelayaran dialihkan pada siang hari, hari Minggu.

Namanya Batavia Sunda Kelapa Marina. Ini pelabuhan kecil yang dikelola secara pribadi dan  terselip di pelabuhan besar Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta. Berbeda dengan pelabuhan Sunda Kelapa yang besar  itu, pelabuhan Batavia lebih bersih dan terawat, meskipun tentu saja tetap bau, sama dengan lingkungan di sekitarnya. Di pelabuhan itulah, kapal pesiar tipe QuickSilver VI bersandar.

Meskipun ada embel-embel “pesiar” jangan membayangkan QuickSilver VI adalah kapal berukuan besar seperti kapal pesiar Awani Dream yang pernah melayani rute Jakarta-Singapura. Panjangnya 39 meter dengan lebar sekitar 18 meter, sementara kapasitas penumpangnya juga terbatas 80 orang. Bahwa kapal ini kemudian disebut sebagai kapal pesiar mungkin karena fasilitas yang ada di dalamnya tak kalah dengan fasilitas kapal pesiar yang sesungguhnya. Juga bisa jadi karena peruntukkannya yang memang dirancang sebagai kapal wisata, mengantarkan siapa saja untuk  berkeliling teluk Jakarta hingga ke Kepulauan Seribu,  asal membayar tentu saja.

Memiliki dua lunas (catamaran) dengan dua lambung, kabin kapal ini ada  tiga yang semuanya berfungsi efisien. Misalnya kabin utama, di sinilah tempat para penumpang selama pelayaran. Meja dan kursinya ditata berhadapan dan sebuah bar ada di tengah, sebagai pembatas. Di geladak luar kabin utama, ada tempat bersantai, untuk  menikmati udara laut.

Lalu ada kabin breeze deck. Di atas tangga menuju kabin ini terdapat layar untuk menonton pertunjukan yang sengaja dipasang untuk penumpang di kabin ini. Kapasitas kabin ini mampu memuat sebanyak 50 orang dengan kursi yang diatur berjejer tiga. Di sebelah kiri dan kanannya, terdapat tiga pasang sofa dan meja. Di tengahnnya, terdapat dua pasang sofa dan meja. Sebuah bar mini juga disediakan di geladak kabin, lengkap dengan sofa.

Kali pertama dioperasikan di perairan Jakarta pada pertengahan 2007, QuickSilver VI sebetulnya melayani pelayaran malam. Setiap Sabtu selepas waktu maghrib, kapal berlayar meninggalkan Batavia menuju Kepulauan Seribu. Dari tengah laut, gemerlap lampu Jakarta akan terlihat seperti memantul ke langit sebagian ke laut, Teluk Jakarta. Tapi berjalan setengah tahun, pelayaran malam itu kemudian dihentikan menyusul kurangnya minat warga Jakarta. Mungkin karena ongkosnya yang mahal, atau bisa jadi juga karena waktunya yang malam Minggu. Sebagai gantinya pelayaran dialihkan pada siang hari, hari Minggu.

Full Boat

Putu Suriyadi, staf professional QuickSilver VI bercerita, konsep pelabuhan Batavia dan kemudian kehadiran QuickSilver VI sejak awal memang dimaksudkan untuk membantu pengembangan wisata bahari di Jakarta. Setidaknya, warga Jakarta perlu tahu atau mengenal pulau-pulau kecil di sekitar Jakarta melalui pelayaran pendek. Di Bali, wisata semacam itu laris manis, dan QuickSilver VI merupakan veteran wisata laut pelayaran pendek di Bali. Misalnya dari Tanjung Benoa ke Nusa Penida.

Karena dirancang sebagai kapal pesiar, menurut Putu, maka setiap penumpang dapat menikmati fasilitas yang tersedia di kapal. Selain makan, penumpang juga bisa menikmati pertunjukan tari tradisional atau kontemporer. Ada juga penyanyi, “Pokoknya full boat,” promosi Putu.

Rutenya dari pelabuhan Batavia  kapal akan menuju salah satu pulau di Kepulauan Seribu melewati pantai Mutiara, mengelilingi satu dua pulau, lalu kembali lagi Jakarta. Waktu tempuhnya kira-kira sekitar 2,5 jam, cukup untuk menikmati deru ombak, aroma air laut, dan tiupan angin. Ongkosnya lumayan meriah 400 ribu rupiah sekali jalan, dan sudah termasuk untuk pelayanan makan siang  dan menikmati pertunjukan di dalam kapal. Jika belum puas, QuickSilver VI bisa juga disewa dengan ongkos 40 juta rupiah per hari.

Biar Bekas

Quicksilver VI sebetulnya adalah kapal bekas dari  Australia dan sudah berumur sekitar 20 tahun.  Sebelum di tarik ke Jakarta, kapal ini pernah lama digunakan di perairan Bali, melayani para turis. Berbeda dengan Jakarta, di Bali QuickSilver VI tak pernah sepi peminat, setiap hari bahkan. Kapal ini bahkan ditawarkan sebagai bagian dari paket wisata oleh banyak biro perjalanan, termasuk untuk keperluan bulan madu.

Saat masih berlayar malam, kapal ini pernah terkenal karena menyediakan acara-acara menarik untuk anak muda. Misalnya candle light dinner, makan malam dengan pasangan yang hanya diterangi cahaya lilin sambil menikmati pelayaran, dan diiringi musik juga suara ombak.  Seluruh ruangan kapal dibuat sedemikian rupa  hinga sejak kedatangan hingga kemudian berlabuh lagi di Batavia suasananya memang romantis. Koki di kapal itu juga akan menyiapkan 3 course set romantic dinner untuk Anda santap berdua.

Kini meskipun hanya berlayar regular pada setiap hari Minggu, kapal ini tetap memberikan kesempatan kepada mereka yang hendak menggunakannya secara pribadi, bersama keluarga atau para kolega. Selain disewakan untuk bulan madu dengan tarif 40 juta per hari itu, kapal ini juga bisa digunakan untuk acara rapat dan sebagainya. Sembari menikmati guncangan-guncangan ombak, dari dalam kapal bisa juga terlihat, teluk Jakarta yang tak lagi bersih. Siapa tahu dari sana mendapat inspirasi, untuk melakukan perbaikan lingkungan hidup, agar teluk itu tak kotor oleh sampah dan limbah. 

5 thoughts on “2 Jam Di Teluk Jakarta

    1. Saya punya nomor telepon Manajer Marketingnya, Namanya Bu harriet no teleponnya : 0816758546, selamat mencoba Kapal Pesiar Quicksillver..

    1. Malam sudah tidak berlaku lagi, lantaran kurang laku kemarin itu. Kalaupun ada malam, itu tak lain karena di booking oleh pengguna. Jadi saat ini pelayaran hanya ada pada hari Minggu pagi jam 11. Kalau mau informasi lengkap, telepon saja Bu Herriet, Manajer Marketingnya (0816758546). Selamat Mencoba Kapal Pesiar Quick Silver VI..Salam, Kristian Ginting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s